Hai selamat bertemu lagi
Aku sudah lama menghindarimu
Sialku lah kau ada di sini
Sungguh tak mudah bagiku
Rasanya tak ingin bernafas lagi
Tegak berdiri di depanmu kini
Sakitnya menusuki jantung ini
Melawan cinta yang ada di hati
Dan upayaku tahu diri tak selamanya berhasil
‘pabila kau muncul terus begini
Tanpa pernah kita bisa bersama
Pergilah, menghilang sajalah lagi
Bye selamat berpisah lagi
Meski masih ingin memandangimu
Lebih baik kau tiada di sini
Sungguh tak mudah bagiku
Menghentikan segala khayalan gila
Jika kau ada dan ku cuma bisa
Meradang menjadi yang di sisimu
Membenci nasibku yang tak berubah
Dan upayaku tahu diri tak selamanya berhasil
‘pabila kau muncul terus begini
Tanpa pernah kita bisa bersama
Pergilah, menghilang sajalah lagi
Berkali-kali kau berkata kau cinta tapi tak bisa
Berkali-kali ku telah berjanji menyerah
Dan upaya ku tahu diri tak selamanya berhasil
Dan upaya ku tahu diri tak selamanya berhasil
‘pabila kau muncul terus begini
Tanpa pernah kita bisa bersama
Pergilah, menghilang sajalah
Pergilah, menghilang sajalah
Pergilah, menghilang sajalah lagi
Ada sunyi yang menyenangkan ketika kita duduk berdua, tanganku dalam genggamanmu.
Aku tidak bisa ingat sejak kapan, tapi selalu ada nyaman terselip tiap telapakmu menyentuh telapakku, lalu kita tersenyum.
Detik demi detik. Menit demi menit. Sampai aku menemukan telah menunggu sampai sekitar 20 menit. Cuaca pagi ini membuat sendi-sendi tulangku tidak senyaman biasanya. Dengan sedikit kesal aku hanya memutar-mutarkan pergelangan tanganku. This isn’t going to be good I guess. Masih aku genggam dengan kuat sebuah amplop berisi surat keterangan. Tapi aku masih belum melihat titik dirimu.
Lalu, sebuah figur berjalan ke arahku. Figur itu masih beberapa meter lagi untuk mencapai tempatku. Aku memicingkan kedua mataku hanya demi melihat siapa figur yang cukup tinggi itu. Seseorang dengan sebuah helm. Ya, itu kau…
Aku tak sebernyali seseorang yang diceritakan dalam lirik lagu perahu kertas. Aku tidak akan menuliskan kata-kata gila yang nyata di dalam surat dan memberikannya padamu. Tidak. Setidaknya aku belum segila itu. Itu hanya surat keterangan. Percayalah.
Tidak 5 menit aku melakukan kontak. Kenapa bahkan itu seolah-olah berakhir hanya dalam sepersekian detik? Tapi nyatanya rekorder di kepalaku masih berfungsi dengan baik. Semuanya masih terekam jelas dalam HD. Gestur yang hanya beberapa itu masih bisa aku re-play dengan jelas.
Why r u do freaking gorgeous this morning? ┻━┻~☆ ヽ(´∇`ヽ)
Jika saja aku punya lebih banyak waktu tadi pagi untuk setidaknya mengobrol denganmu, aku mungkin tidak akan semerindukanmu begini.